Senin, 26 November 2012

Benarkah Yang Kurasa.,?



Turunlah bintang pada telapakku.,.,.,
Agar menjadi teman dalam sepiku.,.,.
Sepi ini sendiri, dan sendiriku sepi.,.,
Turunlah bintang dlam pangkuanku.,.,.
Sebagai bingkai tetesan RahmatNya.,.
Supaya enyah ini pekat.,.
Supaya bingar ini penat.,.,

Teguhkan hati menahannya.,.,.,
Leparan getir terhadap jiwa yg tersiksa.,.,.,.
Padahal di antaranya terselip sepercik kata bahagia.,.,.
Ataukah sekadar lega.,.,

Rana jiwa menggelimang.,.,
Mendesir sesayup suara ajian.,.,.
Ya Rob.,.,. Aku mengalaminya.,..

Khayalku kulempar pada bintang.,.,
Berharap dapati sesuatu tuk kufikirkan.,.,.
Agar bayang itu tertutupi bias dusta.,.,.
Aku rela .,., Asal Syair itu berakhir dengan namanya.,.,.,.
Nama insan yang kucinta.,.,.

Untuk Mereka



Ini bukan puisi
Yang berisi ungkapan hati,.,
Ini hanya prosa
Yang berkata tentang jiwa.,.,.,
Tentang kenyataan yang palsu.,.,.
Atau kepalsuan yang nyata.,.,
Mereka yang bertopengkan kata-kata
Berdendangkan dawai luka kami.,.,.





Ini buka prosa
Yang berkata tentang jiwa.,.,
Ini hanya puisi
Yang berisi ungkapan hati.,,.,
Bahwa nyanyian mereka adalah pilu.,.,
Bahwa nyawa seakan tiada berharga.,.,
Hampa rasanya makna takbir mereka.,.,
Tiada pula rupa apa yang mereka pinta.,.,.








Lalu pada siapa harus kumengadu
Tuk sampaikan cerita di balik air mata.,.,.
Sedangkan kuyakin Dia Maha Tahu.,.
Pada siapa pula kuharus bercerita
Tentang genjatan pekik di atas kepala,..,,.
Sedangkan kuyakin Dia Maha Kuasa.,.,.
Tuk suburkan area bekas senjata,.,..,.,