Jumat, 23 November 2012

Bahwa Aku Takut Mencintaimu

Aku Takut Mencintaimu
Saat hamparan bintang bertahta pada temaram cahaya malam,.,.,.
Merayu jemari tuk menarikan pena, merangkai deretan aksara.,.,,.
Tapi bodohnya otakku masih tenggelam dalam kurva senyumnya,.,.
Bukan dia, ya.,.,seseorang harus meyakinkanku bukan dia,..,,.
Aku bosan, aku penat, .,.,







Bentangkan bagiku jalan keluar dari gerbang merah jambu ini,..,
Aku ingin lepas dari padanya,.,..
Gelar lelakiku kian luntur karena lemah akannya.,.,


Selembar saputan ingin kurajut.,.
Menderetkan helai demi helai angin.,.,
Mengharap kan membentuk pembalut dingin.,.,
Tuk tancapkan yakin tiada takut..,.,
Namun sadarku tiada kan mungkin.,.,.
Meski sia rasanya asa kubalut.,.,. 


Saat kumeliahtmu, aku takut menyukaimu.,.,
Saat kumenyukaimu, aku takut menyayangimu.,.
Saat kumenyayangimu, aku takut mencintaimu.,.,
Kini saat kumnecintaimu, aku takut tak dapat bersamamu.,.
Dah jika izinNya memberkati kita bersama nanti, aku pasti takut kehilangn bidadari seindahmu.,.,.,. 





Dawai Pagiku Tentangmu

Foto By : Nuzul Arifin
Santun batinku menyapa.,.,
Namun pagi masih jua berpura.,,..
Daun yang tertunduk dengan sebutir embun di ujungnya..,
Mengajarkanku tuh menyelami akan makna.,,.,.
Maka mampu kumaknai topeng pagi itu.,,.
Juga bisa kuterka filusufi si daun.,,..,

Netraku menangkap rautmu di sudutnya.,.,.
Temaram senyum menyisihkan diam.,,.,.
Bak makna pelangi di tengah malam..,,.
Hasilkan aura penghancur jiwa.,,.,.

Kemana pagi tadi.,.
Menghilang sebelum kumaknai.,.,.
Kemana butir embun beriak.,.,.
Lenyap sebelum arti kukuak.,.,.